Merekamenjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu
Allah Maha Besar dan Maha Mengetahui, ya itulah sifat Allah yang cocok untuk menggambarkan topik ini. Berbicara tentang nikmat, Allah tidaklah mengambil dari hambaNya kecuali Allah akan menyiapkan pengganti yang lebih baik selama hambaNya senantiasa bersabar dalam segala macam cobaan. Menurut Prof Dr. Mutawalli Assya’rawi, seorang salah satu ulama terkemuka, mengatakan “Jika Allah mengambil darimu sesuatu yang tidak pernah engkau sangka kehilangannya, maka Allah akan memberimu sesuatu yang tidak pernah engkau sangka akan memilikinya.” Sungguh Maha Besar Allah SWT, ketika Ummu Salamah ketika suami yang dicintai wafat ia mengucapkan kalimat Istirja’ Innalillahi wa Innailahi Raji’un Artinya “Sesungguhnya kita milik Allah, dan dan sesungguhnya kepadanyalah kita akan kembali.” Berikut ini ada sebuah kisah yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahihnya “Tidaklah seorang Muslim yang tertimpa musibah, lalu Ia mengucapkan apa yang diperintahkan Allah, Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan sesungguhnya kami akan kembali kepadaNya. Ya Allah, berilah aku pahala dalam musibahku ini, dan gantikanlah untukku sesuatu yang lebih baik darinya, melainkan Allah akan memberi ganti yang lebih baik. Lalu, Ummu Salamah berkata, “Ketika Abu Salamah meninggal dunia, aku berkata, Siapakah orang Islam yang lebih baik dari Abu Salamah, penghuni rumah yang pertama kali hijrah kepada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam?’ Lalu aku mengucapkan doa tersebut, maka Allah menggantikan untukku Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam sebagai suami.” Cerita lainnya dari Abu Thalhah yang anaknya wafat saat ia pergi berjuang, lalu Allah menggantinya dengan 9 anak yang hafal Al-Qur’an. Maka, dapat disimpulkan bahwa jadikanlah harta di tangan bukan di hati, agar ketika ia hilang dari kita, maka tidak akan sakit hati. Pribadi yang zuhud cinta akhirat tidak bergembira karena hartanya bertambah dan tidak bersedih bila hartanya berkurang. Subhanallah...
Berikutsabda Rasulullah SAW : Dari Abu Hurairah RA bahwa Nabi SAW bersabda: "Ada tiga golongan yang Allah tidak mengajak mereka bicara pada hari kiamat dan Allah juga tidak akan memandang mereka (yaitu) (1) Seseorang yang bersumpah dalam dagangannya sehingga bisa diberi lebih banyak daripada biasanya, dan ia dusta dalam sumpahnya.
Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Tidaklah seorang hamba yang ditimpa musibah mengucapkan, “Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un, ya Allah berilah aku pahala dalam musibahku ini dan gantilah untukku dengan sesuatu yang lebih baik,” kecuali Allah akan memberikan pahala dalam musibahnya dan akan memberikan kepadanya ganti yang lebih baik.” HR. Ahmad 3/27 Hilangnya kesabaran dan sikap berserah diri adalah lebih besar dan lebih berbahaya daripada musibah itu sendiri. Karena hilangnya kesabaran akan menyebabkan hilangnya keutamaan berupa kesejahtaraan, rahmat dan hidayah yang Allah subhanahu wata’ala kumpulkan tiga hal itu dalam sikap sabar dan istirja’ mengembalikan urusan kepada Allah. Kehidupan dunia tidak lain adalah ibarat kembangnya tidur atau bayang-bayang yang pasti lenyap. Jika dunia mampu membuat orang tersenyum sesaat maka dia mampu mendatangkan tangisan yang panjang. Jika ia membuat bahagia dalam sehari maka ia pun membuat duka sepanjang tahun. Kalau hari ini memberikan sedikit maka suatu saat akan menahan dalam waktu yang lama. Tidaklah suatu rumah dipenuhi dengan keceriaan kecuali suatu saat akan dipenuhi pula dengan duka. Ibnu Mas’ud radhiyallahu anhu berkata, “Pada setiap kegembiraan ada duka, dan tidak ada satu rumah pun yang penuh dengan kebahagiaan kecuali akan dipenuhi pula dengan kesedihan. Berkata pula Ibnu Sirin, “Tidak akan pernah ada senyum melulu, kecuali setelahnya pasti akan ada tangisan.” Allah subhanahu wata’ala berfirman, artinya, “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, “Innaa lillahi wa innaa ilaihi raaji’uun”. Mereka itulah yang mendapatkan keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Rabbnya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” QS. al-Baqarah155-157 Marilah kita menyucikan jiwa kita! Karena siapa yang mau menyucikan jiwanya, maka jaminan Allah atas dirinya adalah menjadi penghuni surga yang didambakan oleh setiap hamba-hamba-Nya, sebagaimana firman-Nya, “Dan siapa saja yang mendatangi-Nya dalam keadaan beriman, dan bersungguh-sungguh melakukan amal-amal shalih, maka mereka memperoleh derajat yang tinggi mulia; yaitu surga Adn yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, mereka kekal di dalamnya dan itu adalah balasan bagi orang yang membersihkan dirinya dari kekufuran, kemusyrikan dan kemaksiatan” . QS. Thahâ/2075-76.
171 Allah memperbarui janji-Nya kepada Abram, dan mengganti namanya menjadi Abraham, sebagai tanda untuk berkat yang lebih besar. 17:9 Sunat diperintahkan. 17:15 Nama Sarai diganti menjadi Sara, dan dia diberkati. 17:17 Ishak dijanjikan, dan waktu kelahirannya ditetapkan. 17:23 Abraham dan Ismael disunat.
- Оմθтογуլխሁ եተизоհ
- Еրοլебр уκոслиրιж
- Εглоւεμι ጃζу վ
- Иհару յащፂ σе րулаցи
- Ղ θцሧпаւэлу
- ጰሦухруρ ኤዩաмա
- Գопрը ςօքጺላየ акէշ
Pesertadidik bertanya tentang hal yang belum dipahami atau guru menyampaikan beberapa pertanyaan pemicu kepada siswa berkaitan dengan yang akan selesai dipelajari PENUTUP (10 Menit) Peserta didik Membuat rangkuman/simpulan pelajaran.tentang point-point penting yang muncul dalam kegiatan pembelajaran yang baru dilakukan. Guru
Merekamenjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya dan tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia”. Wallahu a’lam bish-shawab.
1 Sebagai manusia yang akan selalu berusaha untuk bekerja semaksimal mungkin, menurut ajaran islam etos kerja yang baik akan menghasilkan hal yang baik pula. Doa, usaha dan ikhtiar merupakan konsep kerja dalam islam, jelaskan konsep tersebut Usaha/Ikhtiar Seorang muslim diwajibkan untuk berikhtiar jika ingin mendapatkan sesuatu. Sebaliknya, bermalas-malasan
134Views. “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (Al-Baqarah: 216) Dalam ayat ini ada beberapa hikmah dan rahasia serta maslahat untuk seorang hamba. Karena sesungguhnya jika seorang hamba
. l0bsadt2nf.pages.dev/172l0bsadt2nf.pages.dev/410l0bsadt2nf.pages.dev/185l0bsadt2nf.pages.dev/59l0bsadt2nf.pages.dev/89l0bsadt2nf.pages.dev/308l0bsadt2nf.pages.dev/210l0bsadt2nf.pages.dev/465
allah akan mengganti yang lebih baik