Adab terhadap Orang Tua Kedua orang tua merupakan sebab adanya manusia. Keduanya sering merasakan kelelahan karena mengurus anak dan menyenangkan mereka. Allah Subhaanahu wa Ta’aala mewajibkan hamba-hamba-Nya untuk berbakti kepada kedua orang tua. Bahkan memposisikan bakti pada orang tua setelah tauhid kepada Allah SWT. Oleh karena itu setiap muslim harus memiliki adab yang baik dalam bergaul dengan orang tua. Dalil Banyak ayat Al-Qur’an maupun hadis Nabi yang membicarakan tentang Adab terhadap orang tua, salah satunya dalam Qs luqman ayat 15 Luqman 15 “Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” “Barang siapa yang senang dipanjangkan umurnya dan ditambahkan rezekinya, maka berbaktilah kepada kedua orang tuanya dan sambunglah tali silaturrahim.” HR. Al-Haitsami “Ridha Allah ada pada keridhaan orang tua dan murka Allah ada pada kemurkaan orang tua.” HR. Tirmidzi dan Hakim dari Abdullah bin Amr. Adab baik terhadap orang tua Ada banyak cara yang bisa kamu lakukan untuk berbuat baik kepada keduanya, seperti beberapa hal ini Mencintai dan sayang kepadanya Menaati keduanya Menanggung dan menafkahi Menjaga perasaan keduanya dan berusaha membuat ridha orang tuanya dengan perbuatan dan ucapan. Tidak memanggil dengan namanya Tidak duduk ketika keduanya berdiri dan tidak mendahuluinya dalam berjalan Mengutamakan keduanya sebelum anak dan istri Mendoakan keduanya baik mereka masih hidup atau sudah wafat Berbuat baik kepada kawan-kawannya Tidak Mencaci maki. Tidak mengeraskan suaranya melebihi suara keduanya demi sopan santun terhadap mereka. Menjawab panggilan mereka dengan jawaban yang lunak Bersikaplah rendah hati dan lemah lembut kepada kedua orang tua Tidak mengungkit-ungkit kebaikanmu kepada keduanya maupun pelaksanaan perintah yang dilakukan olehnya Janganlah ia memandang dengan pandangan sinis dan bermuka cemberut kepada keduanya Adab Terhadap Guru Sosok guru tidak akan pernah lepas dari kehidupan kita. Mulai dari kita kecil sampai kita dewasa kita akan bertemu terus dengan sosok guru. Seorang yang diguguh dan ditiru ini menyalurkan ilmu pengetahuannya kepada murid-muridnya agar mereka menjadi seseorang yang dapat berkarya sesuai dengan bakat, prestasi, dan kualitas. Dengan perannya yang sangat besar dalam kehidupan kita, maka guru wajib itu kita hormati. Dalam Islam pun, ada beberapa hal yang harus baik dalam bersikap selaku murid terhadap gurunya. Menghormati dan menghargainya Tidak mencari-cari kelemahan dan kesalahannya Tidak menggibahnya membicarakannya dengan yang dia tidak senangi, bahkan membelanya ketika orang lain membicarakannya. Mendoakannya dari kejauhan semoga Allah beri pahala atas ilmu yang sudah ia ajarkan Mengambil manfaat dari kebaikan sang guru, dan tidak mencontohnya andai kata ia melakukan kekhilafan. Menisbatkan ilmu yang ia ajarkan kepadanya Menjaga adab berbicara dan diskusi dengannya Taat kepada guru kita dalam semua perkara kecuali perkara yang maksiat kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW Meminta izin kepada guru kita untuk bertanya atau pergi dari majlis. Memberi salam kepada guru apabila berjumpa dan sentiasa hormat kepadanya. Memberi perhatian besar dalam pengajaran guru, duduk dengan sopan dan senantiasa dalam keadaan tenang. Rendah hati di hadapan guru. Dengan rendah hati maka ilmu akan mudah masuk dalam diri murid Post Views 5,029
AgamaIslam adalah agama yang mulia yang mengajarkan sopan-santun terhadap orang tua. banyak hal yang dapat kita lakukan untuk berbakti kedua kepada orang tua. Diantaranya adalah : 1. Menuruti perintah orang tua. Tidak boleh Nakal dan tidak boleh bandel. Kalau kita diperintah untuk shalat, cepat-cepat kita mengerjakan shalat. Home » Islam Penulis Isfatu Fadhilatul Ditayangkan 18 Oct 2019 Ilustrasi sopan santun kepada orang tua - Image from anak bersopan santun. Dalam hidup manusia tidak dapat lepas dari bersosialisasi, karena sejatinya manusia adalah makhluk yang membutuhkan satu sama bersosialisasi pun, perlu memperhatikan beberapa hal. Antara lain yaitu bersikap baik dengan selalu mengutamakan sopan adalah tata cara atau peraturan hidup yang timbul dari hasil pergaulan sekelompok manusia. Sopan santun bersifat relatif, artinya setiap tempat tinggal dan lingkungan memiliki sopan santun yang berbeda, perbedaan tersebut juga dapat terjadi karena contoh sopan santun adalah menghormati orang tua, tidak berkata kasar, diam saat berada dalam majelis, dan lain-lain. Berikut dalam artikel kali ini kita akan membahas mengenai macam-macam sopan Santun Seperti yang sudah disebutkan diatas bahwa sopan santun adalah hal yang sangat penting untuk diterapkan terutama dalam hidup bermasyarakat. Apabila kita melupakan atau tidak menjalankan sopan santun, maka kita akan mendapat sanksi dari masyarakat seperti mendapat cemooh dan lain-lain. Yang mana perilaku tidak sopan disebut dengan kurang santun dalam islam sendiri juga memegang peran yang sangat penting. Allah sangat menyukai hamba-Nya yang berkelakuan baik dan juga selalu menjaga sopan santun. Allah SWT berfirman dalam Ali Imran ayat 159,فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ ۖ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ ۖ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ ۖ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَArtinya "Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya".Sopan santun dalam ajaran islam disebut adab, sebutan orang beradab yaitu berarti bahwa orang tersebut mengetahui aturan tentang sopan santun yang ditentukan dalam agama Islam. Islam sendiri juga sudah mengatur beberapa adab, misalnya adab kepada orang tua dan guru, yang mana kesemuanya memegang peran penting dalam kehidupan kita Santun Terhadap Orang TuaOrang tua merupakan seseorang yang sangat berjasa bagi kehidupan kita, karena mereka yang telah melahirkan dan juga membesarkan kita. Mereka tidak akan pernah meminta balasan atas jasa-jasa mereka, oleh karena itu kita sebagai anak wajib membalas kebaikan mereka dengan cara berbakti dan selalu menjaga sopan-santun kita. Hal yang bisa kita lakukan adalah antara lain 1. Tidak memandang orang tua dengan tatapan yang tajam, atau pandangan yang menimbulkan tidak enak dalam ini biasanya terjadi saat orang tua menyuruh anaknya melakukan sesuatu, ketika sang anak sedang asyik melakukan kegiatan lain, maka ia akan melotot atau memandang tajam ke arah orang tua. Hal ini sangat tidak dianjurkan, hal yang harus dilakukan adalah segera melaksanakan perintah orang tua dengan Tidak meninggikan suara saat berbicara dengan orang saat jarak kita terlalu jauh, maka kita akan meninggikan suara kita agar orang tua mendengar perkataan kita. Padahal hal tersebut tidak dianjurkan, hal yang harus kita lakukan adalah menghampiri orang tua, kemudian berbicara dengan Musawwir bin Makhramah RA menjelaskan tentang bagaimana adab para Sahabat Nabi ketika berbicara pada beliau, disebutkan di dalamnya"Jika para sahabat berbicara dengan Rasulullah, mereka merendahkan suara mereka dan mereka tidak memandang tajam sebagai bentuk pengagungan terhadap Rasulullah" HR. Al Bukhari 2731.Selain menjaga sopan santun, kita juga harus berdoa untuk kedua orang tua kita. Baca selengkapnya disini 1. Doa Untuk Kedua Orang Tua, Arab Beserta Artinya2. Kumpulan Doa Orang Tua untuk Anak Beserta Doa Islami Untuk Anak3. Tidak mendahului orang tua ketika yang harus dilakukan anak ketika orang tua sedang berbicara adalah membiarkan mereka berbicara dahulu hingga selesai, baru sang anak menjawabnya. Adab ini juga diterapkan oleh sahabat Nabi yakni Abdullah bin Umar, beliau berkata "Kami pernah bersama Rasulullah Shalallahualaihi Wasallam di Jummar, kemudian Nabi bersabda Ada sebuah pohon yang ia merupakan permisalan seorang Muslim. Ibnu Umar berkata sebetulnya aku ingin menjawab pohon kurma. Namun karena ia yang paling muda di sini maka aku diam. Lalu Nabi Shalallahualaihi Wasallam pun memberi tahu jawabannya kepada orang-orang ia adalah pohon kurma" HR. Al Bukhari 82, Muslim 2811.4. Tidak duduk di depan orang tua ketika mereka ini sesuai dengan hadits berikut,Jabir bin Abdillah radhiallahuanhu berkata "Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mengaduh karena sakit, ketika itu kami shalat bermakmum di belakang beliau, sedangkan beliau dalam keadaan duduk, dan Abu Bakar memperdengarkan takbirnya kepada orang-orang. Lalu beliau menoleh kepada kami, maka beliau melihat kami shalat dalam keadaan berdiri. Lalu beliau memberi isyarat kepada kami untuk duduk, lalu kami shalat dengan mengikuti shalatnya dalam keadaan duduk. Ketika beliau mengucapkan salam, maka beliau bersabda, kalian baru saja hampir melakukan perbuatan kaum Persia dan Romawi, mereka berdiri di hadapan raja mereka, sedangkan mereka dalam keadaan duduk, maka janganlah kalian melakukannya. Berimamlah dengan imam kalian. Jika dia shalat dalam keadaan berdiri, maka shalatlah kalian dalam keadaan berdiri, dan jika dia shalat dalam keadaan duduk, maka kalian shalatlah dalam keadaan duduk" HR. Muslim, no. 413.5. Mendahulukan urusan orang tua daripada urusan kita yang seharusnya dilakukan seorang anak yakni senantiasa mendahulukan urusan orang tua daripada urusan sendiri, hal ini misalnya seperti makan, minum, ataupun urusan Santun Terhadap GuruSeorang guru merupakan orang tua kedua kita saat berada di sekolah maupun pesantren. Jasa mereka juga sangat besar kepada kita yakni mengajarkan ilmu-ilmu yang tidak kita dapat di rumah. Oleh karena itu kita juga harus berbakti dan selalu menjaga sopan santun kepada guru, diantaranya adalah dengan cara berikut ini Tidak mencari-cari kesalahan dan kekurangan yang ada pada menjelekkan dan membicarakan memanjatkan doa yang ditujukan kepada kebaikan mengamalkan pelajaran dan akhlak baik yang diajarkan oleh pelajaran yang diajarkan guru bisa kita pahami dengan baik, jangan lupa baca doa sebelum belajar, baca disini Baca Doa Sebelum Belajar dan Doa Sesudah Belajar agar Ilmu BarokahTidak memotong perkataan guru ketika beliau dengan lemah lembut, dan bersikap rendah diri kepada izin kepada guru ketika tidak dapat bersekolah atau kepada guru ketika kepada guru, dengan tetap memegang teguh syariat perhatian besar ketika guru memberi artikel tentang sopan santun ini, semoga bermanfaat dan dapat kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari. islam sopan-santun sopan santun sopan santun adalah sopan santun terhadap guru pendidikan Menjalankansalat lima waktu dengan tepat waktu. Segala perbuatan sesuai dengan peraturan. Terbiasa senyum, salam, sopan santun. Orang tua, guru dan pihak sekolah meningkatkan peran masing-masing dalam pembinaan aklak siswa, agar mutu akhlak siswa dapat terjaga dan ditingkatkan. Kata Kunci: Akhlak siswa, keteladanan guru, pembimbing, orang tua. Hadits tentang sopan santun dan terjemahannya yang merupakan seri dari adab dalam Islam, yang akan menerangkan tentang kesopanan dalam berbicara, tentang rasa malu juga kepada orang tua. Sopan santun merupakan adab yang seharusnya dimiliki dan di praktik kan oleh seorang Muslim dalam kehidupannya sehari-hari, karena inilah yang di contoh-kan oleh Nabi dan para Sahabatnya, sebagaimana dalam Al Quran Surat Al Qolam Ayat 4 yang menceritakan tentang akhlak mulia Nabi Muhammad. وَإِنَّكَ لَعَلى خُلُقٍ عَظِيمٍ Artinya “Sungguh, kamu Muhammad mempunyai akhlak yang agung” [QS Al-Qalam 4] Pengertian Sopan Santun Dalam Islam Sopan santun terdiri dari dua kata yaitu sopan dan santun, sopan adalah rasa hormat kita kepada siapa saja yang berinteraksi dengan kita dengan membuat urusannya mudah dan membantunya. Santun adalah sikap lembut dan toleransi kepada orang lain. Maksud toleransi di sini bukan berarti kita mentolerir kemaksiatan dan kemungkaran yang di buat oleh orang lain, tapi bagaimana tujuan dari dakwah ini bisa sampai dengan tidak membuatnya antipati ini adalah ushul dakwah yang seharusnya di miliki oleh para da’i kita. Dan sikap ini kita praktik kan kepada siapa saja, baik kepada orang yang lebih tua maupun orang yang lebih muda dari kita, baik kepada rakyat jelata atau pun kepada pemimpin. Dengan menerapkan adab sopan santun ini niscaya Islam akan terlihat dengan jelas tentang keindahan dan kebenarannya. Daftar IsiHadits Tentang Sopan Santun Dan TerjemahannyaHadits Tentang Sopan Santun Dalam BerbicaraHadits Tentang Sopan Santun dan Ramah TamahDalil Tentang Sopan Santun Kepada Orang Tua Hadits Tentang Sopan Santun Dalam Berbicara Kelembutan merupakan salah satu sifat Allah subhanahu wata’ala, Seperti Hadits yang di bawakan oleh Imam Muslim Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda يا عائشة ! إن الله رفيق يحب الرفق، ويعطي على الرفق ما لا يعطي على العنف، وما لا يعطي على ما سواه Artinya “Wahai Aisyah, sesunguhnya Allah itu Maha lembut dan mencintai kelembutan. Allah memberi kepada kelembutan hal-hal yang tidak diberikan kepada kekerasan dan sifat-sifat lainnya” [HR Muslim] Imam Nawawi rahimahullah dalam syarah muslim menjelaskan hadits di atas dengan mengatakan “Dalam hadis ini terdapat motivasi untuk bersikap lemah lembut, sabar, dan berbicara yang lembut kepada manusia, selama tidak ada sebab/hajat yang membuat kita bersikap keras terhadap mereka”. Hal ini senada dengan firman Allah dalam Surat Thoha yang berbunyi اذْهَبَا إِلَى فِرْعَوْنَ إِنَّهُ طَغَى. فَقُولَا لَهُ قَوْلاً لَّيِّناً لَّعَلَّهُ يَتَذَكَّرُ أَوْ يَخْشَى Terjemahannya “Pergilah kamu berdua kepada Fir’aun, karena dia telah berbuat melampui batas. Berbicaralah kepadanya dengan kata-kata yang lembut, mudah-mudahan ia mau ingat atau takut” [Thaha 43-44] Hadits Tentang Sopan Santun dan Ramah Tamah Hadits Riwayat Imam Muslim dari Aisyah radhiyallahu’anha, Nabi sallallahu alaihi wassalam bersabda. إن الرفق لا يكون في شيء إلا زانه، ولا ينزع من شيء إلا شانه» “Artinya Sungguh, segala sesuatu yang dihiasi kelembutan akan nampak indah. Sebaliknya, tanpa kelembutan segala sesuatu akan nampak jelek” [HR Muslim] Imam Nawawi rahimahullah dalam syarah muslim menjelaskan hadits di atas dengan mengatakan “Dalam hadis-hadis ini terdapat keutamaan untuk berlemah lembut dan motivasi untuk berakhlak baik, serta celaan terhadap sikap keras dan kasar, dan sikap lemah lembut merupakan sumber segala kebaikan”. Hal ini juga senada dengan Al Quran Surat Ali Imran ayat 159 yang berbunyi فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللّهِ لِنتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنتَ فَظّاً غَلِيظَ الْقَلْبِ لاَنفَضُّواْ مِنْ حَوْلِكَ Terjemahannya “Dengan sebab rahmat Allah kamu berlaku lemah-lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentu mereka menjauh dari sekelilingmu” [QS Ali Imran 159]. Hadits tentang ramah tamah Dalam Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim dari Sahabat Anas radhiyallahu’anhu, bahwa Rasulullah bersabda, yang terjemahannya adalah “Mudahkanlah dan jangan kalian persulit, berilah kabar gembira dan janganlah kalian membuat orang lari” [HR Al-Bukhari no. 69 dan Muslim no. 1734]. Serta hadits Riwayat At Tirmidzi yang menjelaskan tentang senyuman kepada saudara kita, yang mana senyum adalah bentuk dari keramah tamahan kita kepada orang lain. تَبَسُّمُكَ فِي وَجْهِ أَخِيكَ صَدَقَةٌ Terjemahan Arti “Senyummu di hadapan saudaramu adalah sedekah” [HR. Tirmidzi]. Dalil Tentang Sopan Santun Kepada Orang Tua Dalil naqli tentang wajibnya kita sopan santun dan berakhlak mulia kepada orang tua adalah Al Quran Surat Al Isra Ayat 23 yang berbunyi وَقَضَى رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا Terjemahannya Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “uff” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. [QS. al-Isra 23] Dalam ayat di atas sudah sangat jelas bahwa kita di larang untuk membentak-nya bahkan untuk sekedar mengucapkan perkataan yang tidak di senangi-nya saja kita dilarang, yang mana “uff” adalah suatu kata yang berarti ahh atau bentuk ucapan ke engganan kita ketika di perintah oleh orang tua. Baca Juga Hadits Tentang Berbakti Kepada orang Tua Hadits-hadits dan ayat Al Quran di atas adalah dalil naqli tentang tata krama, sopan santun dan rasa malu kita kepada orang lain, oiya untuk hadits tentang rasa malu belum kami tuliskan, berikut ini hadits tentang rasa malu yang merupakan salah satu akhlak mulia dalam Islam. إِنَّ لِكُلِّ دِينٍ خُلُقًا، وَخُلُقُ الْإِسْلَامِ الْحَيَاءُ Artinya “Setiap agama mempunyai ciri khas akhlak dan ciri khas akhlak Islam itu rasa malu.” [HR. Ibnu Majah]. Demikian pembahasan hadits tentang sopan santun dan terjemahannya juga penjelasan ulama, semoga kita selalu dimudahkan oleh Allah dalam bersikap yang beradab dan berakhlak mulia dalam bergaul dengan manusia. Wallahu a’lam.