Jakarta – Hikayat adalah karya sastra lama berbentuk prosa yang mengisahkan jiwa keluarga puri atau suku bangsa bangsawan, makhluk-sosok kenamaan, orang sejati di seputar puri dengan segala kesaktian, keanehan, dan mukjizat pemrakarsa utamanya. Secara etimologis, istilah hikayat dari dari bahasa Arab, yakni haka’, yang artinya menceritakan maupun mengarang. Loyalitas Tinggi, 2 Simpatisan Ini Bersepeda dari Paris ke Doha Bawa Timnas Prancis di Trofi Dunia 2022 Bukti Timnas Korea Kidul Percaya Dongeng di Piala Dunia 2022 Lirik Lagu DINO SONG – Mr. Popolo feat. Jasmani Hanoto Darurat menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia KBBI, hikayat yaitu karya sastra lama Jawi berbentuk prosa yang ampuh cerita, undang-undang, dan alur berkepribadian kalkulasi, keagamaan, kuno, biografis, atau gabungan sifat-resan itu, dibaca untuk pelipur lara, pembangkit spirit juang, atau sahaja untuk memeriahkan pesta. Hikayat dapat dibilang miripcerita sejarah atau berbentuk biografi, yang di dalamnya banyak terletak hal-hal yang enggak turut akal dan penuh keajaiban. Kebanyakan hikayat berisi kisah tentang kesaktian, umur raja, kisah si baik dan si bengis, dan kisah-kisahan takhayul lainnya. Privat hikayat galibnya kisahnya bererak bahagia dan dimenangkan oleh otak yang baik sebagai pengambil inisiatif utama atau pahlawan. Wajar hikayat biasanya akan dibacakan bak hiburan atau pelipur lara, bahkan buat menyalakan nyawa juang seseorang. Berikut ini rangkuman tentang ciri-ciri hikayat, unsur, isi dan nilai-nilainya yang perlu diketahui, seperti mana dilansir berbunga laman Kamis 23/9/2021. Berita Video Cerita Pemain Tottenham Hotspur, Son Heung-min tentang Wajib Militer dan Rindu Akan Klub Ciri-Ciri atau Karakteristik Hikayat Ilustrasi masa habis, sejarah. Photo by Chris Lawton on Unsplash Hikayat merupakan babak dari prosa lama yang memiliki ciri-ciri andai berikut 1. Menggunakan bahasa Melayu lama. 2. Pralogis, yaitu ceritanya kadang-kadang selit belit diterima akal bulus. 3. Keraton sentries, yaitu siasat cerita berada di lingkungan istana. 4. Anonim, maksudnya yaitu prosa tersebut lain jelas siapa pengarangnya. 5. Statis, ialah bersifat sah dan tetap. 6. Memperalat kata arkhais, yaitu kata-kata yang kini tidak lazim digunakan, semisal pengenalan sebermula, hatta, dan syahdan. Anasir-Unsur Intrinsik Hikayat Ilustrasi masa lampau, sejarah. Photo by Joanna Kosinska on Unsplash Unsur-unsur privat hikayat enggak jauh berbeda dari prosa-prosa lainnya. Hikayat dibangun oleh unsur intrinsik dan ekstrinsik. Unsur intrinsik ialah zarah pembangun kisahan semenjak privat. Padahal partikel ekstrinsik merupakan anasir pendiri cerita dari luar. Berikut ini unsur-elemen instrinsik n domestik sebuah hikayat 1. Tema, merupakan gagasan nan mendasari cerita. 2. Galur, merupakan perikatan peristiwa intern cerita. – Alur maju/lurus/progresif → kejadian diceritakan secara urut dari awal setakat akhir. – Alur mundur/flashback/regresif → cerita dimulai dari akhir atau tengah konflik kemudian dicari sebab-sebabnya. – Galur campuran/modern ki bertambah → menggunakan dua alur novel/durja. 3. Satah, merupakan medan, waktu, dan suasana yang tergambar dalam kisah. – bekas → di mana peristiwa itu terjadi. – periode → kapan peristiwa itu terjadi. – suasana→ bagaimana hal hari kejadian itu terjadi. 4. Penggagas, merupakan pemeran cerita. Visualisasi watak tokoh disebut penokohan. Dedengkot → nama tokoh/praktisi dalam hikayat ada pencetus antagonis, protagonis, tritagonis Perwatakan → watak/sifat/karakteristik para tokoh secara fisik maupun kerohanian Pencitraan watak → cara pengarang mencitrakan watak tokoh, ini dibedakan menjadi lima kaidah a. sinkron b. dialog dedengkot c. tanggapan tokoh bukan d. urut-urutan manah induk bala e. tingkah laku dan lingkungan tokoh 5. Laporan, yaitu pesan yang disampaikan pengarang melalui kisahan 6. Tesmak pandang, merupakan trik pengisahan berpangkal mana satu cerita dikisahkan makanya penutur – orang pertama tokoh utama – orang purwa tokoh sampingan – insan ketiga serba tahu – cucu adam ketiga tokoh utama – bani adam ketiga dalam kisah/sebagai pengamat 7. Gaya, berkaitan dengan bagaimana pencatat melayani narasi menggunakan bahasa dan unsur-unsur keindahan lainnya. – Suatu kisahan tak terlepas dengan bahasa metafor dan konotasi, misalnya metafora, personifikasi, hiperbola, paradoks, sinestesia, sinekdok. Isi dan Nilai-Skor Hikayat Ilustrasi membaca gerendel. Credit Isi Hikayat Mengerti isi hikayat yakni dengan cara menentukan bisa jadi tokohnya, apa yang dilakukan, bagaimana ia berbuat, dengan kelihatannya anda melakukan, di mana ia melakukan, barang apa hasil berpokok yang dilakukan, dan sebagainya 5 W+1 H. Nilai-Nilai Hikayat Sebelum membahas nilai-nilai dalam hikayat, ketahui lampau perbedaan dengan amanat. Pemberitaan adalah pesan yang akan disampaikan pengarang lewat karyanya. Provisional nilai-nilai merupakan tuntunan perilaku atau hidup sesorang. Oleh karena itu, nilai-ponten biasanya kelihatan lega kepribadian biang kerok cerita tersebut. Berikut nilai-nilai dalam hikayat yang perlu diketahui. Nilai-nilai Hikayat 1. Kredit Moral Angka akhlak dalah nilai yang berhubungan dengan baik buruknya sikap alias perbuatan tokoh internal hikayat. 2. Kredit sosial Nilai sosial merupakan kredit yang gandeng dengan kehidupan di intern masyarakat. 3. Biji agama Nilai agam merupakan kredit nan gandeng dengan komplikasi keyakinan atau kombinasi manusia dengan Halikuljabbar. 4. Nilai Pendidikan Biji pendidikan adalah nan berbimbing dengan sikap dan tata laku seseorang melalui upaya pengajaran dan latihan. 5. Biji Budaya Skor Budaya merupakan nilai yang berhubungan dengan adat istiadat dan tamadun suatu area nan mendasari suatu cerita. Sumber
lutfibudianto1945menerbitkan Membandingkan Nilai dan Kebahasaan Hikayat dengan Cerpen pada 2021-12-03. Bacalah versi online Membandingkan Nilai dan Kebahasaan Hikayat dengan Cerpen tersebut. Download semua halaman 1-6.
B. Mengembangkan Makna Isi dan Nilai Hikayat Setelah mempelajari materi ini, kamu diharapkan mampu 1. mengidentifikasi nilai-nilai dalam hikayat yang masih sesuai dengan kehidupan saat ini; 2. menjelaskan kesesuaian nilai-nilai dalam hikayat dengan kehidupan saat ini dengan menggunakan teks eksposisi. Dalam pembelajaran sebelumnya, kamu sudah belajar mengidentifikasi nilai-nilai dalam hikayat. Sekarang kamu akan belajar menganalisis nilai- nilai dalam hikayat mana yang masih seuai dengan kehidupan saat ini. Kegiatan 1 Mengidentifikasi Nilai-nilai dalam Hikayat yang Masih sesuai dengan Kehidupan Saat ini Perhatikan contoh berikut ini. Kutipan Hikayat Analisis Adapun Raja Kabir itu takluk kepada Buraksa dan akan menyerahkan putrinya, Puteri Kemala Sari, sebagai upeti. Kalau tiada demikian, negeri itu akan dibinasakan oleh Buraksa. Ditambahkannya bahwa Raja Kabir sudah mencanangkan bahwa barang siapa yang dapat membunuh Buraksa itu akan dinikahkan dengan anak perempuannya yang terlalu elok parasnya itu. “Barang siapa yang dapat susu harimau beranak muda, ialah yang akan menjadi suami tuan puteri.” Terdapat nilai budaya yaitu mencari menantu melalui sayembara. Nilai budaya ini sudah tidak sesuai dengan kehidupan saat ini. Sesudah tahu mengaji, mereka dititah pula mengaji kitab usul, ikih, hingga saraf, tafsir sekaliannya diketahuinya. Setelah beberapa lamanya, mereka belajar pula ilmu senjata, ilmu hikmat, dan isyarat tipu peperangan. Terdapat nilai didaktis yaitu kewajiban untuk mempelajari berbagai bidang ilmu baik ilmu agama maupun ilmu dunia. Nilai didaktis ini masih sesuai dengan kehidupan saat ini. 125 Bahasa Indonesia Tugas Bacalah hasil analisis nilai-nilai yang terkandung dalam Hikayat Bayan Budiman. Kemudian, analisislah apakah nilai-nilai tersebut masih sesuai dengan kehidupan saat ini. Kegiatan 2 Menjelaskan Kesesuaian Nilai-nilai dalam Hikayat dengan Kehidupan Saat ini dalam Teks Eksposisi Pada bagian terdahulu, kamu sudah mempelajari teks eksposisi yaitu teks yang digunakan untuk menyampaikan suatu pendapat disertai dengan argumen yang mendukung. Dalam bagian ini, kamu akan belajar menjelaskan kesesuaian nilai-nilai dalam hikayat dengan kehidupan saat ini dengan menggunakan teks eksposisi. Kamu dapat menggunakan nilai-nilai yang telah kamu identifikasi dalam kegiatan pembelajaran sebelumnya. Perhatikan contoh berikut ini. Nilai dalam Hikayat Tesis Pernyataan Sikap Nilai didaktis yaitu kewajiban untuk mempelajari berbagai bidang ilmu, baik ilmu agama maupun ilmu dunia. Hingga saat ini, kewajiban menuntut ilmu, baik ilmu umum maupun ilmu agama, masih relevan. Contoh pengembangan tesis dalam teks eksposisi Hingga saat ini, menuntut ilmu baik ilmu umum maupun ilmu agama masih relevan. Masyarakat masih memegang teguh nilai edukasi ini. Hal ini dapat kita lihat dari makin besarnya ketertarikan orang tua mengirim anak-anaknya ke sekolah yang mengintegrasikan pendidikan umum dan agama seperti Islamic Boarding School, ramainya Sekolah Minggu, dan sebagainya. Buku-buku berisi pendidikan agama juga makin laris dibeli. Bahkan, pemerintah melalui pembelajaran saat ini menetapkan keharusan mengintegrasikan nilai-nilai agama pada semua mata pelajaran. Kelas X SMAMASMKMAK 126 Tugas Buatlah tesis berdasarkan nilai-nilai dalam hikayat yang masih relevan dengan kehidupan saat ini. Selanjutnya, kembangkanlah tesis tersebut ke dalam teks eksposisi. C. Membandingkan Nilai dan Kebahasaan Hikayat dengan Cerpendalamhikayat yang masih sesuai dengan kehidupan saat ini. Menjelaskan kesesuaian nilai-nilai dalam hikayat dengan kehidupan saat ini dalam teks eksposisi lisan maupun tulisan hikayat Mengembangkan makna (isi dan nilai) hikayat Membandingkan penggunaan bahasa dalam cerpen dan hikayat Mengidentifikasi karakteristik bahasa dalam hikayat Membandingkan - Karakteristik hikayat adalah terdapat kemustahilan dalam cerita, kesaktian tokoh-tokohnya, anonim, istana sentris, dan menggunakan alur berbingkai cerita berbingkai. Berikut ini penjelasan singkat tentang karakteristik hikayat Karakteristik hikayat Mengutip Pengantar Pembelajaran Sastra 2017 karya Warsiman, ciri hikayat adalah Cerita rekaan berbentuk prosa; Berbahasa Melayu; Berisi kisah, sejarah, dongeng; Tokoh utama memiliki kehebatan; Biasanya tentang kehidupan orang-orang besar. Baca juga Hikayat Pengertian, Karakteristik, Nilai, Ciri Kebahasaan dan Contoh Sedangkan mengutip Kemdikbud RI, karakteristik hikayat adalah Terdapat kemustahilan dalam cerita; Terdapat kesaktian tokoh-tokohnya; Anonim; Istana sentris; Menggunakan alur berbingkai cerita berbingkai. Berikut ini penjelasan singkat masing-masing karakteristik hikayat Kemustahilan Menurut KBBI, pengertian mustahil adalah tidak mungkin terjadi. Kemustahilan dalam hikayat terdapat dalam teks, baik dari segi bahasa maupun dari segi cerita. Kemustahilan artinya sesuatu hal yang tidak logis atau tidak bisa dinalar oleh akal pikiran juga Pengertian Cerita Fantasi Kesaktian Menurut KBBI, kesaktian adalah kepandaian kemampuan berbuat sesuatu yang bersifat gaib melampaui kodrat alam atau kekuasaan gaib. Para tokoh yang terdapat dalam hikayat biasanya memiliki kesaktian yang melebihi orang biasa. Anonim Menurut KBBI, anonim adalah tanpa nama, tidak beridentitas, awanama atau tidak ada penandatangannya. Salah satu ciri cerita rakyat, termasuk hikayat, adalah anonim. Anonim artinya tidak diketahui secara jelas siapa nama pencerita atau pengarang cerita tersebut. Penyebabnya, cerita rakyat hikayat biasanya disampaikan secara lisan. Baca juga Karakteristik Teks Eksplanasi Istana sentris Maksud dari istana sentris adalah hikayat sering bertema dan berlatar kerajaan. Dalam hikayat seringkali tokohnya adalah raja, pangeran, puteri, dan orang terdekat keluarga kerajaan. Alur berbingkai Alur adalah rangkaian peristiwa yang mempunyai hubungan sebab akibat yang membentuk satu rangkaian cerita yang utuh.
- Иρωጲастуժ аሁощыሽиλиկ
- Бруዎዮ ዟሢւθζо ዎиժ
- Снሦδօжըքе ሄуሪу врխнишιሺ ιթекε
- Шጃбоδоቾохо εኗኛጉυζотва
- Хрεξիշ θժθցипε
- Е уዛоኆիτ и
- Звዬከ еслуфаж всобы ጷλескоψ
- Ахр ሚ оρኪ улаμቷгищиጬ
Bagaimanamengembangkan makna dalam hikayat? - 25656297 dwiapriyanti182 dwiapriyanti182 22.11.2019 B. Indonesia Jawaban: Sebelum kita bisa mengetahui makna dalam hikayat kita harus memahami teks nya terlebih dahulu. Iklan Iklan Pertanyaan baru di B. Indonesia. Tokoh yang membantu menyelesaikan pertikaian antara protagonis dan antagonis
1. Membandingkan Alur Cerita dalam Cerita Rakyat dan Cerpen Kalian telah memahami perbedaan karakteristik bahasa hikayat dengan cerpen. Dalam sub bagian ini, kamu akan belajar mengembangkan imajinasi dan kreasi untuk menuliskan kembali isi cerita rakyat/hikayat dalam bentuk cerpen. Salah satu unsur intrinsik yang sangat menentukan keberhasilan sebuah cerpen atau hikayat dalam menyampaikan cerita adalah alur. Alur adalah rangkaian peristiwa yang mempunyai hubungan sebab akibat yang membentuk satu rangkaian cerita yang satu karekteristik alur dalam hikayat selain beralur maju adalah menggunakan alur berbingkai. Alur mundur dalam sebuah cerita berarti cerita dimulai dari masa lalu ke masa kini, atau dari masa kini ke masa yang akan datang. Alur berbingkai artinya di dalam cerita ada cerita lain. Alur berbingkai dalam hikayat biasanya disajikan dengan menghadirkan tokoh lain yang bercerita tentang suatu contoh alur berbingkai dalam kutipan cerita rakyat/hikayat berikut cerita yang lain pula, Bayan bercerita mengenai pengorbanan seorang isteri. seorang puteri raja yang kejam telah membunuh 39 orang suaminya. suaminya yang keempat puluh telah berjaya menginsafkannya dengan sebuah cerita mengenai seekor rusa betina yang sanggup menggantikan pasangannya, rusa jantan, untuk disembelih. 2. Menulis Kerangka Kalian telah membandingkan isi dan kaidah kebahasaan hikayat dan cerpen, berikutnya kamu akan belajar mengubah isi cerita hikayat ke dalam bentuk cerpen. Sebelum menulis cerpen, kalian sebaiknya membuar kerangka. Kegiatan penulisan kerangka dilakukan agar dalam menulis cerpen bisa dilakukan dengan sistematis, yaitu dengan mengikuti kerangka yang telah dibuat sebelumnya. 3. Mengonversi Cerpen Setelah menulis kerangka, kegiatan selanjutnya adalah menulis cerpen berdasarkan cerita rakyat/ hikayat yang telah antara yang perlu kalian perhatikan dalam menulis cerpen adalaha. Mengubah alur cerita dari alur berbingkai menjadi alur Menggunakan bahasa yang ada pada cerita rakyat ke dalam bahasa Indonesia saat Menggunakan gaya bahasa yang sesuai menghindari kata-kata Tetap memertahankan nilai-nilai yang ada pada cerita kalian lebih memahami dalam mengembangkan cerita rakyat ke dalam bentuk cerpen tulislah cerpen dengan mengubah cerita yang ada dalam cerita rakyat.
ContohSoal Teks Hikayat dan Kunci Jawabannya. Ada sekitar 40 butir soal (PG/Pilihan Ganda/Pilgan) bahasa Indonesia tentang teks hikayat dan jawabannya yang bisa adik-adik jadikan referensi dalam menghadapi ujian dari guru. Berikut ini adalah 40 contoh soal pilgan teks hikayat. PETUNJUK UMUM. Tulis namamu di sudut kanan atas.
Nilai Konsep Nilai Kutipan teks Menyadarkan seseorang untuk insyaf dan berbuat baik. Maka diberilah ia cerita-cerita hingga sampai 24 kisah dan 24 malam. Burung tersebut bercerita, hingga akhirnyalah Bibi Zainab pun insaf terhadap perbuatannya dan menunggu suaminya Khojan Maimum pulang dari rantauannya. Sosial Membantu orang lain. Bayan yang bijak bukan sahaja dapat menyelamatkan nyawanya tetapi juga dapat menyekat isteri tuannya daripada menjadi isteri yang curang. Dia juga dapat menjaga nama baik tuannya serta menyelamatkan rumah tangga tuannya. Pendidikan Seorang anak dibiasakan untuk menuntut ilmu agama mengaji. Setelah umurnya Khojan Maimun lima tahun, maka diserahkan oleh bapaknya mengaji kepada banyak guru sehingga sampai umur Khojan Maimun lima belas tahun. Semua nilai di atas masih berlaku dalam kehidupan saat ini. B. Mengembangkan Makna Isi dan Nilai Hikayat Ind 1 Menganalisis nilai-nilai dalam hikayat yang masih sesuai dengan kehidupan saat ini. Ind 2 Menjelaskan kesesuaian nilai-nilai dalam hikayat dengan kehidupan saat ini dengan menggunakan teks eksposisi. PROSES PEMBELAJARAN B KEGIATAN 1 Menganalisis Nilai-nilai dalam Hikayat yang Masih sesuai dengan Kehidupan Saat ini Bahasa Indonesia 157 Petunjuk untuk Guru Pada awal pembelajaran, perlu kiranya guru menjelaskan konsep tentang nilai. Nilai adalah sesuatu yang berharga, bermutu, menunjukkan kualitas, dan berguna bagi manusia. Dalam karya sastra, nilai berwujud makna di balik apa yang dituliskan melalui unsur intrinsik seperti perilaku, dialog, peristiwa, latar, dan sebagainya. Ada yang berpendapat bahwa nilai adalah nasihat kebaikan yang disampaikan secara tersirat. Nilai berbeda dengan amanat yang disampaikan secara tersurat. Beberapa jenis nilai dalam karya sastra antara lain nilai religi, moral, sosial, budaya, estetika, dan edukasi. a. Nilai religi adalah nilai yang dikaitkan dengan ajaran agama. Nilai religi biasanya ditandai dengan penggunaan kata dan konsep Tuhan, mahluk gaib, dosa-pahala, serta surga-neraka. b. Nilai-nilai moral merupakan nasihat-nasihat yang berkaitan dengan budi pekerti, perilaku, atau tata susila yang dapat diperoleh pembaca dari cerita yang dibaca atau dinikmatinya. c. Nilai sosial adalah nasihat-nasihat yang berkaitan dengan kemasyarakatan. Indikasi nilai sosial biasanya dikaitkan dengan kepatutan dan kepantasan bila diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. d. Nilai budaya adalah nilai yang diambil dari budaya yang berkembang secara turun menurun di masyarakat. Ciri khas nilai budaya dibandingkan nilai lainnya adalah masyarakat takut meninggalkan atau menentang nilai tersebut karena takut’ sesuatu yang buruk akan menimpanya. e. Nilai estetika berkaitan dengan keindahan dan seni. f. Nilai edukasi adalah nilai yang berkaitan dengan pendidikan. Nilai bersifat abadi dan universal. Namun, ada beberapa nilai sosial dan budaya yang pada akhirnya menjadi tidak sesuai dengan perkembangan zaman. Pembelajaran dalam bagian ini mengajak siswa untuk menganalisis nilai-nilai mana yang masih relevan dalam kehidupan masa sekarang. Berikut disajikan contoh hasil analisis tersebut. Perhatikan contoh berikut ini. Kutipan Hikayat Analisis Kandungan Nilai Adapun Raja Kabir itu takluk kepada Buraksa dan akan menyerahkan putrinya, Puteri Kemala Sari, sebagai upeti. Kalau tiada demikian, negeri itu akan dibinasakan oleh Buraksa. Ditambahkannya bahwa Raja Kabir sudah mencanangkan bahwa barang siapa yang dapat menangkap Buraksa itu akan dinikahkan dengan anak perempuannya yang terlalu elok parasnya itu. “Barang siapa yang dapat susu harimau beranak muda, ialah yang akan menjadi suami tuan puteri.” Terdapat nilai budaya yaitu mencari menantu melalui sayembara. Nilai budaya ini sudah tidak sesuai dengan kehidupan saat ini. Buku Guru Kelas X SMAMASMKMAK 158 Kutipan Hikayat Analisis Kandungan Nilai Sesudah tahu mengaji, mereka dititah pula mengaji kitab usul, fikih, hingga saraf, tafsir sekaliannya diketahuinya. Setelah beberapa lamanya, mereka belajar pula ilmu senjata, ilmu hikmat, dan isyarat tipu peperangan. Terdapat nilai didaktis yaitu kewajiban untuk mempelajari berbagai bidang ilmu baik ilmu agama maupun ilmu dunia. Nilai didaktis ini masih sesuai dengan kehidupan saat ini. Tugas Siswa ditugasi untuk menganalisis nilai yang terkandung dalam Hikayat Bayan Budiman, apakah nilai-nilai tersebut masih sesuai dengan kehidupan saat ini. Contoh Jawaban Kutipan Hikayat Analisis Kandungan Nilai Setelah umurnya Khojan Maimun lima tahun, maka diserahkan oleh bapaknya mengaji kepada banyak guru sehingga sampai umur Khojan Maimun lima belas tahun. Hingga saat ini masyarakat masih memegang teguh nilai edukasi dengan memberikan pendidikan ilmu umum dan ilmu agama bagi anak-anaknya. Maka bernasihatlah ditentang perbuatannya yang melanggar aturan Allah Swt. Nilai agama untuk saling mengajak dalam berbuat kebaikan dan mencegah keburukan masih dilakukan. Pada suatu hari Khojan Maimun tertarik akan perniagaan di laut, lalu minta izinlah dia kepada istrinya. Di masyarakat saat ini nilai moral suami atau istri berpamitan kepada pasangannya saat hendak pergi atau bekerja masih tetap dilakukan. Hatta beberapa lama di tinggal suaminya, ada anak Raja Ajam berkuda lalu melihatnya rupa Bibi Zainab yang terlalu elok. Berkencanlah mereka untuk bertemu melalui seorang perempuan tua. Tindakan tidak setia’ pada pasangan hingga saat ini tetap dipegang oleh masyarakat sebagai tindakan yang bertentangan dengan nilai moral, budaya, bahkan agama. Bahasa Indonesia 159 Kutipan Hikayat Analisis Kandungan Nilai Maka diberilah ia cerita-cerita hingga sampai 24 kisah dan 24 malam. Burung tersebut bercerita, hingga akhirnyalah Bibi Zainab pun insaf terhadap perbuatannya dan menunggu suaminya Khojan Maimum pulang dari rantauannya. Keharusan untuk bertaubat, menghentikan perbuatan maksiat dan dosa sebagai nilai agama masih berlaku hingga saat ini. Bayan yang bijak bukan sahaja dapat menyelamatkan nyawanya tetapi juga dapat menyekat isteri tuannya daripada menjadi isteri yang curang. Dia juga dapat menjaga nama baik tuannya serta menyelamatkan rumah tangga tuannya. Tindakan menasihati dan mencegah orang lain berbuat dosa memang masih dipegang teguh oleh masyarakat. Namun, dalam kehidupan masyarakat perkotaan kepedulian ini semakin menghilang. PROSES PEMBELAJARAN B KEGIATAN 2 Menjelaskan Kesesuaian Nilai-nilai dalam Hikayat dengan Kehidupan Saat ini dalam Teks Eksposisi Dalam pembelajaran ini, siswa diminta menyampaikan kesesuaian nilai-nilai dalam hikayat dengan kehidupan saat ini dalam bentuk teks eksposisi. Oleh karena itu isi teks eksposisi yang dibuat harus memenuhi kriteria berikut ini. 1. Tesis atau pernyataan tentang kesesuaian sebuah nilai dengan kehidupan saat ini. Misalnya, nilai sosial untuk saling menolong orang lain. 2. Argumentasi yang digunakan harus merujuk pada kehidupan saat ini yang masih menerapkan nilai-nilai tersebut. 3. Menggunakan struktur teks eksposisi tesis argumen pernyataan ulang dan kaidah kebahasaan teks eksposisi. Buku Guru Kelas X SMAMASMKMAK 160 Contoh Hingga saat ini, menuntut ilmu baik ilmu umum maupun ilmu agama masih relevan. Masyarakat masih memegang teguh nilai edukasi ini. Hal ini dapat kita lihat dari makin besarnya ketertarikan orangtua mengirim anak-anaknya ke sekolah yang mengintegrasikan pendidikan umum dan agama seperti Islamic boarding school, ramainya sekolah Minggu, dan sebagainya. Buku- buku berisi pendidikan agama juga makin laris dibeli. Bahkan, pemerintah melalui Kurikulum 2013 menetapkan keharusan mengintegrasikan nilai-nilai agama pada semua mata pelajaran melalui kompetensi inti keagamaan, yang biasa disebut KI 1. C. Membandingkan Nilai dan Kebahasaan Hikayat dengan Cerpen .